EPILOG
AUTHOR :
ZHANG QIAN
GENRE : ROMANCE, FAMILY, FRIENDS, SADNESS, HAPPINESS, LOVE, TOGETHERNESS, DLL.
CAST :
- · ZHANG YIXING/LAY EXO M,
- · QIQI WU/CHERRY WU (OC),
- · XI LUHAN/LUHAN EXO M,
- · KRIS WU/KRIS EXO M,
- · CINDY LIU(OC),
- · OH SEHUN/SEHUN EXO K,
- · KIM JONGIN/KAI EXO K, ALL MEMBER EXO.
SUMMARY :
Siapa bilang sebuah kebersamaan akan abadi? Buktinya
cinta Qiqi pada Lay, lelaki yang dikenalnya dari kecil disebuah rumah
sakit, harus kandas karena Lay pergi
meninggalkannya terlebih dulu. Namun, saat Qiqi bersedih datanglah lelaki
bernama Luhan, sahabat Lay. Dan toh jodoh Qiqi adalah Luhan. Bukankah Tuhan itu
adil? Meskipun mereka harus melewati berbagai cobaan dan rintangan untuk
menyatukan cinta mereka, lebih tepatnya mendapatkan hati Qiqi...
PLEASE GIVE RCL AND COMMENT, DONT BASHED!!! DONT COPAS! MURNI IDE AUTHOR KOK HEHEHE...
DONT BE SILENT READER YA! EPILOG FF PERTAMA AUTHOR. :)
SEMUA CAST ADALAH MILIK TUHAN DAN ORTU MASING-MASING KECUALI OC, ITU MILIK AUTHOR KEKEKE... OKE LANGSUNG AJA....
--------------------------------------------CHECK
IT OUT-----------------------------------------------
“Chagi, kau mau memberinya nama siapa?”
“Mmm… bagaimana kalau aku memberinya nama…….LAY ?”
“Aku setuju, chagi. Lagi pula Lay merupakan sahabat
terbaikku.”
“Eh? K-Kau… setuju, Ge?”
“Nihao, thedang apa kau dithini?”
“A-Aku thakit, jadi aku thering ke lumah cakit?”
“Mamaku juga thedang thakit, mama dilawat dithini juga.”
“Hey! Thiapa namamu? Namaku Qiqi Wu..” XD
“Namaku…. Thang Yithing ta-tapi… mama dan papaku memanggilku
Lay..”
“Nihao, Lay? Ge?”
“Nihao, Qiqi?”
“YA!! Gege kenapa kau suka lari-lari sih?”
“Ayo kejar akuuuuu!!!!!!!”
“YA!! Ge, kau mau mengerjaiku ya?”
“Sudahlah…. Kajaaa! Palliwaa!! Kejar aku kalau bisa!
Hahahaha”
“…..”
“QIQI!!!”
“Ah, Kris-ge! K-Kau kenapa bisa ada disini?”
“Harusnya aku yang bertanya padamu! Pulang sekarang!”
“T-Tapi…”
“Kriisss… Kau jangan terlalu keras padanya..”
“Eh? Nihao… Cindy jiejie? Kau sudah
pulang dari Kanada?”
“Aku ingin kau meneruskan kuliahmu di Korea, bukankah itu
impianmu? Aku sudah memesankan tiket untukmu, jadi besok kau bisa langsung
berangkat.”
“GEGE!!! Kenapa kau selalu egois?”
“Jika kau tak mau melakukannya untukku, lakukan ini semua
demi mama!”
“Qiqi…. Aku yakin gege mu pasti punya alasan…. Dia sangat
menyayangimu…. Percayalah padaku.”
“Kau benar, Jie. Xie xie..” :’)
“Qiqi… Kau hati-hati ne? Jaga dirimu baik-baik.”
“Ne, Jiejie..”
“Ge…Kris-gege….. Wo ai
ni..”
“Wo ai ni, Qiqi, jaga dirimu baik-baik, nanti kalau aku ada
waktu aku akan mengunjungimu..”
“Aku berangkat dulu Ge…. Jaga
Cindy-jie baik-baik juga ya…”
“Lay, apa ini tidak berlebihan?”
“Tadinya aku pikir begitu, tapi kurasa ini yang terbaik. Aku
tidak mau dia menunda kuliahnya, itu saja..”
“Baiklah, jika itu mau mu!”
“Annyeong haseyo juneun Qiqi Wu imnida, tapi kalian bisa
memanggilku Cherry?”
“Sehun, kau tau? Anak itu manis sekali.”
“Ya, kau benar Jongin… seperti buah
cherry.. hahahaha”
“Kau bisa menari?”
“Tentu saja, hobiku adalah menyanyi dan menari..”
“Kau tau? Kau seperti sudah sering melakukan gerakan rutin?”
“Tentu saja, aku kan sering melakukannya
bersama…………….sahabatku di China dulu.”
“YA! Apa kau punya pacar?”
“MWO?! Apa maksudmu, Sehun-ssi?”
“Ah , sepertinya Kamjjong menyukaimu!”
“ANIYOOOO!!!! SEHUN-AH KAAUUUUU!!!”
“Hey, Lay! Kemana saja kau?”
“YA! Kau membuat kalungku terlempar, Luhan..”
“Dui bu qi, baik-baik akan aku ambilkan, tunggulah disini!”
“LLAAAAAYY!!!”
“Kenapa kepalaku pusing sekali?”
“Cherry? Gwenchanayo?”
“Ah? Gwenchana!”
“Apa kau sakit? Kau terlihat pucat..”
“Aniyo, aku hanya…”
“CHERRY!!! Ireonaaa…”
“Lay! Kenapa kau begitu bodoh? HA?!”
“Luhan-ah, sudahlah Yixing akan baik-baik saja..”
“Tapi, Kyungsoo? Kau tau kan, Lay mengidap…”
“Lebih baik kita berdoa untuk keselamatan dan kesembuhan
Yixing!”
“Arraseo!”
“KAI! SEHUN! KALIAN DIMANA?”
“C-CHERRY… K-Kami ada dihadapanmu!”
“Kenapa kau mematikan lampunya eoh?”
“Maafkan kami, Cherry, mianhae,
jeongmal mianhae..”
“Lay, kau sudah sadar?”
“Luhan berikan kalung ini pada Qiqi.. Aku mohon..”
“YA! Apa maksudmu?”
“Yixing!!!”
“Lay!!! Bangunlah! Jangan bercanda,
ini tidak lucu….”
“Nihao?”
“…”
“Kris-gege?”
“Aku dan Cindy akan ke Korea, kami sangat merindukanmu,
Qiqi..”
“Aku juga merindukanmu…Ge?”
“Wait me there! OK?”
“Ah, mianhae…. Aku tidak sengaja…”
“Tidak apa-apa aku yang salah..”
“Siapa namamu akan kuganti semua kerugianmu..”
“Ah, tidak usah, tidak apa-apa kok. Namaku QiQi.. eh? Maksudku
Cherry, Cherry Wu.”
“Annyeong… A-Aku… Apa kau orang China?”
“Bagaimana kau tau?”
“Aku orang China, dan aku kemari untuk mencari gadis bernama
Qi..qi?”
“Lay?”
“Ah? Aku… Aku…”
“Ada orang yang mendonorkan matanya untukmu?”
“Kau serius Gege?”
“Ya… t-tentu saja aku serius..”
“Aku sudah tidak sabar untuk melihat lagi!!! Jika aku bisa
melihat, aku akan membalas perbuatan Lay-gege padaku… hahaha”
“Eh? Kalau itu….”
“Ah.. eh? Kris- gege, dimana Lay-gege?”
“…..”
“Kau siapa? Aku belum pernah melihatmu!”
“A-Aku Xi Luhan, sahabatnya Lay..”
“Untuk apa kau datang kesini? Apa kau disuruh Lay-gege?”
“Qiqi… Dui bu qi.. Hiks..”
“K-KAU? KAU BOHONG, KAN? HIKS.. ITU
TIDAK MUNGKIN!! HIKS.. AKU TIDAK PERCAYA PADAMU!! HIKS… KAU PASTI BOHONG!!
HIKS.. HIKS..”
“Qiqi.. sudahlah… ini sudah takdir..”
“Tapi, Jie? Aku belum melihatnya untuk yang terakhir kalinya,
bahkan aku belum memberitahunya…”
“Memberitahu apa?”
“Memberitahunya… Hiks… Bahwa aku… a-aku… hiks hiks..”
“Sudahlah sepertinya aku mengerti maksudmu..”
“Hey, adik kecilku.. Jangan menangis ne? Lay pasti tidak
senang melihatmu menangis.. Aku ingin melihat Qiqi ku yang dulu, yang kuat,
yang tegar dan tak mudah putus asa, tidak seperti sekarang ini. Kau tau maksud
Gege, kan?”
“Dui bu qi, Ge. Aku janji tidak
akan menangisinya lagi, lagi pula ini mungkin sudah takdir kami berdua…”
“Luhan… Ge…”
“Qiqi.. hmmm… Dui bu qi… Aku telah membohongimu selama ini,
a-aku juga minta maaf karena… bagaimana kalau kita… hmmm…. kita akhiri hubungan
kita? A-aku tidak ingin hubungan kita yang seperti ini… Dui bu qi…”
“Jangan pikirkan hal itu lagi, a-aku… sudah memaafkanmu,Ge
dan aku paham kenapa kau melakukannya. Xie xie nimen..”
“Eh? K-Kau?”
“Kita mulai lembaran baru saja,
bagaimana?”
“Apa setelah ini kau akan bahagia Qiqi?”
“Tentu saja.. Apa kau meragukanku, Ge?”
“Ti-tidak.. mmm.. Bukan begitu hanya saja aku..”
“Percayalah padaku, Ge..”
“Mama, baba cangat menyebalkan!!”
“Hmm? Chagi, kenapa kau berkata begitu? Baba pasti sedih jika
mendengarmu berbicara seperti itu.”
“Kalian berdua membicarakanku?” XD
“Ah, tidak. Tidak kan, Chagi…”
“Lay-chagi, bukankah ini waktunya kau berangkat sekolah eoh?”
“Ah, iya, baik aku ambil tathku dulu..”
“Kau bahagia?”
“Tentu saja. Ah, Gege? Sepertinya rumah akan bertambah
ramai..”
“Maksudmu?”
“Aku pikir tahun depan kita akan memiliki 2 malaikat kecil.”
XD
“Eh? Kau?!” XD
END